Pengertian dan Jenis Garis pada Peta Astronomis

Artikel kali ini akan membahas seputar peta astronomis yang mungkin anda sedang cari informasinya.

Informasi kali ini memuat bahasan seputar peta astronomis yang merupakan bagian dari pelajaran ilmu geografi.

Di dalam peta biasanya terdapat berbagai jenis garis yang menunjukkan letak dan koordinator tertentu.

Jenis-jenis garis yang tertera di peta astronomis diantaranya garis lintang dan garis bujur.

Untuk mengetahui lebih lanjut Apa itu peta astronomis, berikut penjelasannya!

Garis astronomis

Peta Astronomis

Garis astronomis adalah garis khayal yang terdapat di dalam peta yang berfungsi sebagai penentu letak pada peta astronomis suatu tempat atau wilayah.

Cara penentuan letak astronomi tersebut adalah dengan dibentuknya garis berlawanan arah dengan satu sama lain sehingga membentuk vektor yang menunjukkan Letak suatu tempat atau wilayah tertentu.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, garis yang terdapat di peta astronomis ciri dari dua jenis yaitu garis lintang dan garis bujur.

Garis yang melintang secara horizontal disebut garis lintang, sedangkan garis yang melintang secara vertikal disebut garis bujur.

Garis lintang

Garis lintang adalah garis khayal pada peta yang melintang secara horizontal dan digunakan untuk menentukan lokasi wilayah terhadap garis khatulistiwa.

Garis khatulistiwa ini adalah garis lintang pada posisi 0 derajat yang membagi bumi menjadi dua bagian yaitu bumi bagian Utara dan bagian Selatan.

Panjang garis khatulistiwa bumi adalah 40.075 km.

Garis lintang 0 derajat atau garis khatulistiwa berada di Kota Pontianak tepatnya di negara Indonesia.

Jenis garis lintang

Garis lintang terbagi menjadi dua bagian yaitu:

1. Garis lintang utara

Garis lintang yang berada di sebelah utara garis khatulistiwa.

2. Garis lintang selatan

Garis lintang yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa.

Garis lintang pada peta berada pada satuan 0 hingga 90 derajat.

Cara membacanya yaitu semakin ke arah utara atau ke arah selatan, nilai garis lintangnya akan semakin besar.

Misalnya nilai 90 derajat di utara berada pada Kutub Utara, sedangkan nilai 90 derajat di selatan berada di Kutub Selatan.

Setiap derajat pada garis lintang dibagi menjadi 60 menit dengan simbol ‘.

Kemudian akan dibagi lagi nilai tersebut menjadi 60 detik dengan simbol “.

Berikut ini beberapa garis lintang istimewa yang memiliki nama dan harus anda ketahui, diantaranya:

  • Garis lintang 90° merupakan titik kutub.
  • Garis lingkar kutub selatan merupakan garis lintang yang berada pada posisi 66,5° Lintang Selatan.
  • Garis lingkar Kutub Utara merupakan garis lintang yang berada pada posisi 66,5° Lintang Utara.
  • Garis balik selatan merupakan garis lintang yang berada pada posisi 23,5° Lintang Selatan dan garis ini disebut juga tropic of Capricorn.
  • Garis balik Utara merupakan garis lintang yang berada pada posisi 23,5° Lintang Utara dan dinamakan tropic of Cancer.
  • Garis lintang 0° merupakan garis lintang pada posisi 0° atau disebut juga garis khatulistiwa atau garis ekuator.

Perlu Anda ketahui bahwa garis balik utara maupun selatan termasuk kedalam garis lintang istimewa karena garis tersebut merupakan garis batas peredaran semu matahari.

Jadi, jika anda melihat matahari seolah-olah beredar dari ekuator menuju Utara, artinya matahari berada pada posisi 23,5°.

Jika matahari sudah sampai di garis lintang 23,5°, matahari tidak terus bergerak ke arah utara, melainkan kembali bergerak ke selatan menuju khatulistiwa hingga garis lintang selatan pada posisi 23,5°.

Saat matahari berada pada posisi 23,5° lintang selatan, matahari akan kembali bergerak ke arah utara menuju khatulistiwa dan terus kembali lagi ke posisi 23,5° lintang utara, begitu seterusnya.

Inilah sebabnya Mengapa garis lintang 23,5° disebut sebagai garis balik titik matahari.

Baca Juga : Peta Eropa Lengkap dengan Keterangannya

Fungsi garis lintang

Garis lintang pada peta astronomis bisa digunakan sebagai penunjuk perbedaan iklim.

Perbedaan iklim ini menurut garis lintang terbagi menjadi dua yaitu:

1. Iklim tropis

Yang masuk kedalam iklim tropis adalah daerah yang berada pada 23,5° LU – 23,5° LS.

Pada daerah ini, matahari akan bersinar sepanjang waktu di siang hari dan daerah ini hanya memiliki dua jenis musim, musim hujan dan musim panas.

Contoh negara yang memiliki iklim tropis yaitu Indonesia, hongkong, amerika Tengah, australia bagian utara, brazil, sebagian besar wilayah Afrika (kenya, Kongo, Gabon, Uganda, Somalia, Kamerun, Nigeria, Sudan, Gana, dan masih banyak lagi).

2. Iklim subtropis

Yang masuk kedalam iklim subtropis adalah daerah yang berada di antara 23,5° LU dan 66,5° LU dan dan berada di antara 23,5° LS dan 66,5° LS.

Negara dengan iklim subtropis memiliki empat musim yaitu musim panas, musim semi, musim gugur, dan musim dingin.

Negara-negara yang memiliki iklim subtropis diantaranya hampir seluruh negara di Eropa, Cina, Jepang, Korea Selatan, Mesir, Iran, dan masih banyak lagi.

Garis bujur

Garis bujur adalah garis khayal pada peta astronomis yang melintang secara vertikal membagi bumi menjadi dua bagian yaitu bagian barat dan bagian timur.

Garis bujur 0° disebut dengan garis meridian yang berada pada kota Greenwich, Inggris.

Pada awalnya, tidak ada patokan untuk penetapan titik bujur timur dan bujur barat, tidak seperti garis lintang yang memang sudah terbentuk secara alami.

Tetapi berdasarkan konvensi internasional pada tahun 1884 di kota Greenwich maka ditetapkanlah kota Greenwich sebagai titik 0 garis bujur.

Jenis garis bujur

Berdasarkan letaknya, garis bujur terbagi menjadi dua yaitu:

1. Garis bujur Barat

Garis yang terletak di sebelah barat Garis meridian.

2. Garis bujur timur

Garis yang terletak di sebelah timur Garis meridian.

Garis bujur pada peta astronomis berada pada satuan 0 hingga 180°.

Cara membacanya yaitu semakin ke arah barat atau ke arah timur, garis bujurnya akan semakin besar.

Pertemuan antara garis bujur timur berada pada posisi 180° yang saling berhimpitan dengan garis bujur Barat pada posisi 180° di Samudra Pasifik.

Yang kemudian Samudra Pasifik ditetapkan sebagai garis batas tanggal internasional.

Fungsi garis bujur

Setiap jarak 15° arah bujur timur atau kearah bujur barat, menunjukkan selisih waktu 60 menit berdasarkan pada perhitungan matahari mengelilingi bumi sebesar 360°.

Perhitungan ini kemudian dibagi dengan waktu sehari semalam yaitu selama 24 jam maka hasil yang didapat yaitu 15°.

Berikut fungsi dari garis bujur, diantaranya:

  1. Garis bujur berfungsi sebagai dasar penetapan penentuan waktu di berbagai belahan wilayah yang ada di bumi.
  2. Garis bujur juga digunakan sebagai penentu letak dan waktu serta pembagian wilayah di permukaan bumi.
  3. Garis bujur juga digunakan sebagai peraga gerak rotasi bumi yang mengakibatkan terjadinya siang dan malam.
  4. Garis bujur juga digunakan sebagai titik peraga proses terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan.
  5. Garis bujur juga digunakan untuk mengetahui proses perubahan musim berdasarkan gerak semu matahari terhadap bumi.
  6. Mengetahui pembagian musim pada permukaan bumi berdasarkan garis lintang.
  7. Sebagai pembanding luas daratan dan luas lautan yang ada di permukaan bumi.

Perpaduan garis lintang dan garis bujur digunakan sebagai penentu letak wilayah tersebut suatu wilayah yaitu letak wilayah secara peta astronomis atau objek geografi di permukaan bumi.

Garis bujur menandakan sumbu y, sedangkan garis lintang menandakan sumbu x.

Kedua sumbu ini merupakan sumbu yang mendatar dalam koordinat kartesius.

Contohnya Kota Bandung berada di titik koordinat 6°57′ LS dan 107° 37′ BT.

Baca Juga : Peta Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia Lengkap

Kesimpulan

Apakah anda sudah mengerti apa saja garis yang terdapat dalam peta astronomis?

Jika anda sudah mengerti, anda boleh membagikan artikel tentang peta astronomis ini ke lebih banyak orang lagi.

Semoga artikel peta astronomis memberikan informasi yang anda butuhkan.

Terima kasih sudah membaca.