Penulisan Gelar yang Benar 2016

Artikel penjelasan kali ini akan membahas tentang cara penulisan gelar yang benar 2016 beserta dengan contohnya.

Penulisan gelar yang benar 2016 sangat disarankan sesuai dengan ejaan yang sudah disempurnakan, hal ini dikarenakan penulisan gelar yang benar dapat menjelaskan tingkat pendidikan dan kedudukan seseorang di lingkup pekerjaan dan masyarakat misalnya orang dengan gelar sarjana teknik, sarjana hukum, sarjana ekonomi, haji, Kompol atau komisaris polisi dan lain sebagainya.

Menulis atau membaca gelar akademik sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan menyinggung perasaan orang yang menyandang gelar tersebut.

Penulisan gelar mungkin memang terlihat sepele, tetapi pada kenyataannya ada begitu banyak orang yang keliru dan salat menuliskan gelar seseorang.

Untuk penjelasan selengkapnya mengenai penulisan gelar yang benar 2016, simak pembahasan artikel di bawah ini.

Penulisan gelar yang benar 2016

Kebanyakan orang tidak paham penulisan gelar yang baik dan juga benar padahal penulisan gelar tidak sulit untuk dilakukan bahkan bisa dibilang sangat mudah.

Berdasarkan aturan kebahasaan dan penulisan ejaan yang disempurnakan, satu penulisan gelar termasuk ke dalam kategori pemahaman tentang singkatan atau akronim.

Singkatan atau akronim merupakan kependekan berupa huruf yang digabungkan atau dilafalkan huruf demi hurufnya dan dilafalkan sesuai dengan bentuk ejaan nya secara lengkap.

Selain itu di dalam buku pedoman ejaan yang sudah disempurnakan, penulisan gelar juga dibahas secara intens dengan contoh penulisan yang benar.

Meskipun begitu, kalau masih banyak orang yang belum memahami teknik penulisan gelar yang baik dan benar.

Jika dianalisis kata perkatanya, penulisan gelar tidak bisa ditulis dengan singkatan saja, sebagai contoh penulisan, gelar sarjana pendidikan yang ditulis sesuai dengan kaidah yaitu sarjana pendidikan (S. Pd.) kasur duluan ini ditulis di belakang nama penyandang gelarnya.

Huruf pada kata sarjana ditulis dengan huruf besar atau huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik sebagai satu kesatuan kata, kemudian huruf selanjutnya ditulis dengan huruf besar dan huruf selanjutnya ditulis dengan huruf kecil dan diakhiri dengan tanda titik juga.

Huruf ditulis dengan huruf kecil Karena posisinya sebagai bagian dari satu rangkaian kata tersebut dengan huruf yang merupakan kepanjangan dari 1 kata misalnya pendidikan yang ditulis dengan Pd.

Begitu juga dengan singkatan gelar lainnya harus ditulis dengan cara yang sama lewat proses kebahasaan yang sudah disesuaikan.

Berbeda dengan singkatan gelar yang tanpa menyertakan huruf peluncurnya sebagai bagian dari rangkaian 1 kata, misalnya gelar sarjana hukum dan sarjana ekonomi.

Jika disingkat, kedua contoh gelar tersebut hanya terdiri dari huruf awalannya saja tanpa menyertakan huruf peluncur berikutnya merupakan bagian dari satu rangkaian kata sehingga penulisannya pun hanya terdiri atas huruf-huruf dari masing-masing kata yang diakhiri dengan tanda baca titik.

Dengan begitu bisa disimpulkan bahwa penulisan gelar sarjana hukum ditulis di belakang nama penyandang gelar tersebut dengan singkatan S. H. Sedangkan sarjana ekonomi ditulis dengan singkatan S. E.

Penulisan gelar lain yang sejenis dengan contoh yang sudah dijelaskan di atas ditulis dengan cara yang sama yaitu terdiri dari 2 huruf atau lebih saja tanpa disertai dengan huruf peluncur berikutnya sebagai satu rangkaian kata.

Baca Juga : Contoh Warna Cloud: Warna Biru dan Nama Kodenya

Di bawah ini beberapa tata cara penulisan gelar akademik yang benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan dan sudah disepakati bersama, aturan ini ditetapkan sebagai penulisan singkatan dengan menggunakan tanda baca seperti penggunaan titik dan juga koma.

  • Setiap gelar yang ditulis menggunakan tanda titik penghubung antara dua huruf pada singkatan gelar yang dimaksudkan.
  • Gelar harus ditulis sesudah atau sebelum nama orang yang menyandang gelar tersebut.
  • Nama orang dan gelar dihubungkan dengan menggunakan tanda baca koma.
  • Jika seseorang yang menyandang gelar lebih dari satu, maka bergelar tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda baca koma. Misalnya Aris Abi Udin, S.Pd., M.Pd.

Berikut ini beberapa contoh penulisan gelar yang benar dan juga salah yang bisa anda jadikan perbandingan untuk dipelajari.

  • Ahmad Subarjo, SE (salah)
  • Ahmad Subarjo, S.E. (benar)
  • Bambang triatmodjo SH MM (salah)
  • Bambang triatmodjo, S.H., M.M. (benar)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya di atas bahwa penulisan gelar sebenarnya adalah aturan penulisan yang digunakan pada singkatan atau akronim, misalnya penulisan gelar sarjana pendidikan yang penulisannya diubah menjadi S.Pd.

Di mana huruf S ditulis dengan menggunakan huruf kapital karena merupakan singkatan dari kata sarjana, sedangkan huruf Pd merupakan singkatan dari kata pendidikan namun huruf d ditulis dengan menggunakan huruf kecil bukan huruf kapital.

Hal ini juga berlaku untuk setiap penulisan gelar yang lain misalnya S. ked., S.Si. dan lain-lain.

Berikut ini daftar gelar-gelar dan singkatannya yang berlaku dan digunakan di Indonesia, antara lain:

Penulisan Gelar yang Benar 2016

1. Diploma Satu (D1)

Ahli Pratama = A.P.

2. Diploma Dua (D2)

Ahli Muda = A.Ma.

3. Diploma Tiga (D3)

Ahli Madya = A.Md.

Ahli Madya Pendidikan = A.Md.Pd.,

Ahli Madya Keperawatan = A.Md.Per.

Ahli Madya Kesehatan = A.Md.Kes.

Ahli Madya Kebidanan = A.Md.Bid.

Ahli Madya Pariwisata = A.Md.Par.

Penulisan Gelar Diploma

Agar anda semakin memahami cara penulisan gelar diploma, simak pembahasannnya di bawah ini!

Burhan Shodiq A.P.Par. = Ahli Pratama Pariwisata

Burhan Shodiq A.P.Kom. = Ahli Pratama Komputer

Burhan Shodiq A.Ma.Pust. = Ahli Muda Perpustakaan

Burhan Shodiq A.Ma.Pd. = Ahli Muda Pendidikan

Burhan Shodiq A.Md.Ak. = Ahli Madya Akuntansi

Burhan Shodiq A.Md.Kom. = Ahli Madya Komputer

Burhan Shodiq A.Md.Far. = Ahli Muda Farmasi

Burhan Shodiq A.Md.Keb. = Ahli Muda Kebidanan

Burhan Shodiq A.Md.Kep. = Ahli Madya Keperawatan

Burhan Shodiq A.Md.K.G. = Ahli Madya Kesehatan Gigi

Penulisan Gelar Sarjana

Gelar sarjana terbagi ke dalam dua jenis, yaitu:

  • Sarjana dalam negeri
  • Sarjana luar negeri

Berikut ini daftar gelar sarjana dalam negeri yang ada di Indonesia, antara lain:

S.Ag. (Sarjana Agama)

S.Pd. (Sarjana Pendidikan)

S.Si. (Sarjana Sains)

S.Psi. (Sarjana Psikologi)

S.Hum. (Sarjana Humaniora)

S.Kom. (Sarjana Komputer)

S.Sn. (Sarjana Seni)

S.Pt. (Sarjana Peternakan)

S.Ked. (Sarjana Kedokteran)

S.Th.I. (Sarjana Theologi Islam)

S.Kes. (Sarjana Kesehatan)

S.Sos. (Sarjana Sosial)

S.Kar. (Sarjana Karawitan)

S.Fhil. (Sarjana Fhilsafat)

S.T. (Sarjana Teknik)

S.P. (Sarjana Pertanian)

S.S. (Sarjana Sastra)

S.H. (Sarjana Hukum)

S.E. (Sarjana Ekonomi)

S.Th.K. (Sarjana Theologi Kristen)

S.I.P. (Sarjana Ilmu Politik)

S.K.M. (Sarjana Kesehatan Masyarakat)

S.H.I. (Sarjana Hukum Islam)

S.Sos.I. (Sarjana Sosial Islam)

S.Fil.I. (Sarjana Filsafat Islam)

S.Pd.I. (Sarjana Pendidikan Islam)

M.Mus. (Master of Music)

Contoh Penulisan Gelar Sarjana

Agar anda semakin memahami cara penulisan gelar sarjana, simak pembahasannnya di bawah ini!

Abdul Malik, S.Pd.I. = Sarjana Pendidikan Islam

Abdul Malik, S.Kom. = Sarjana Komputer

Abdul Malik, S.H.I. = Sarjana Hukum Islam

Abdul Malik, S.Sos. = Sarjana Sosial

Abdul Malik, S.E. = Sarjana Ekonomi

Abdul Malik, S.H. = Sarjana Hukum

Abdul Malik, S.Kes. = Sarjana Kesehatan

Abdul Malik, S.Ked. = Sarjana Kedokteran

Abdul Malik, S.Pd. = Sarjana Pendidikan

Abdul Malik, S.T. = Sarjana Teknik

Penulisan Gelar Magister di Indonesia

Di Indonesia, gelar magister diatur oleh senat perguruan tinggi dan ditulis di belakang nama orang yang berhak.

Berikut ini gelar magister yang ada di Indonesia, diantaranya:

Magister Administrasi Bisnis (M.A.B.)

Magister Administrasi Pendidikan (M.A.Pd.)

Magister Administrasi Publik (M.A.P.)

Magister Administrasi Rumah Sakit (M.A.R.S.)

Magister Agama (M.A./M.Ag., sekarang M.Ag.)

Magister Agama bidang Hukum (M.A.Hk.)

Magister Agama bidang Humaniora (M.A.Hum.)

Magister Agama bidang Kedokteran (M.A.Ked.)

Magister Agama bidang Pendidikan (M.A.Pd.)

Magister Agama bidang Sains (M.A.Si.)

Magister Agrikultur (M.Agri.)

Magister Akuntansi (M.Ak.)

Magister Arsitektur (M.Ars.)

Magister Biomedik (M.Biomed)

Magister Desain (M.Ds.)

Magister Divinitas (M.Div.)

Magister Ekonomi (M.E.)

Magister Ekonomi Islam (M.E.I.)

Magister Ekonomi Syariah (M.E.Sy.)

Magister Epidemiologi (M.Epid.)

Magister Farmasi (M.Farm.)

Magister Farmasi Klinik (M.Farm.Klin.)

Magister Filsafat (M.Fil.)

Magister Filsafat Islam (M.Fil.I.)

Magister Hukum (M.H.)

Magister Hukum Islam (M.H.I.)

Magister Hukum Kesehatan (M.H.Kes.)

Magister Humaniora (M.Hum.)

Magister Ilmu Administrasi (M.A.)

Magister Ilmu Biomedik (M.Si.Biomed.)

Magister Ilmu Kepolisian (M.I.K.)

Magister Ilmu Kesejahteraan Sosial (M.Kesos.)

Magister Ilmu Komputer (M.Kom.)

Magister Ilmu Komunikasi (M.I.Kom.)

Magister Ilmu Pertahanan (M.Han.)

Magister Ilmu Politik (M.I.Pol.)

Magister Ilmu Syariah (M.Sy.)

Magister Ilmu Ushuludin (M.Ud.)

Magister Kebidanan (M.Keb.)

Magister Kedokteran Kerja (M.K.K.)

Magister Kedokteran Tropis (M.Ked.Trop.)

Magister Kehutanan (M.Hut.)

Magister Kenotariatan (M.Kn.)

Magister Keolahragaan (M.Kor.)

Magister Keperawatan (M.Kep.)

Magister Kesehatan (M.Kes.).

Magister Kesehatan Masyarakat (M.K.M.)

Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja (M.K.K.K.)

Magister Komputer (M.Kom.)

Magister Manajemen (M.M.)

Magister Manajemen Agribisnis (M.M.A.)

Magister Manajemen Pariwisata (M.Par.)

Magister Manajemen Pendidikan (M.M.Pd.)

Magister Manajemen Rumah Sakit (M.M.R.)

Magister Manajemen Sistem Informasi (M.M.S.I.)

Magister Manajemen Teknik (M.M.T.)

Magister Marine (M.Mar.)

Magister Linguistik (M.Li.)

Magister Pemikiran Islam (M.P.I.)

Magister Pendidikan (M.Pd.)

Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I.)

Magister Pendidikan Sains (M.Pd.Si.)

Magister Pengajaran Fisika (M.P.Fis.)

Magister Pengajaran Kimia (M.P.Kim.)

Magister Pengajaran Matematika (M.P.Mat.)

Magister Pertanian (M.P.)

Magister Psikologi (M.Psi.)

Magister Sains (M.Si.)

Magister Sains Akuntansi (M.S.Ak.)

Magister Sains bidang Ilmu Pertahanan (M.Si.(Han))

Magister Sains Ekonomi (M.S.E.)

Magister Sains Manajemen (M.S.M.)

Magister Seni (M.Sn.)

Magister Sosial Islam (M.Sos.I.)

Magister Statistik (M.Stat.)

Magister Studi Islam (M.S.I.)

Magister Teknik (M.T.)

Magister Teknologi Agroindustri (M.T.A.)

Magister Teknologi Informasi (M.TI.)

Magister Teknologi Pertanian (M.T.P.)

Magister Teologi Divinity (M.Div.)

Magister Teologi Islam (M.Th.I.)

Magister Teologi Ministri (M.Min.)

Magister Teologia (M.Th.)

Magister Terapan (M.Tr.)

Magister Terapan Pertahanan (M.Tr. (Han).)

Magister Terapan Pertahanan Laut (M.Tr.Hanla.)

Magister Veteriner (M.Vet.)

Master of Accounting (M.Acc.)

Master of Arts (M.A.)

Master of Arts Education (M.A.Ed.)

Master of Business Administration (M.B.A.)

Master of Computer (M.Com.)

Master of Computer Science (M.Cs.)

Master of Economic (M.Ec.)

Master of Education (M.Ed.)

Master of Engineering (M.Eng.)

Master of Laws (LL.M.)

Master of Medical Education (M.Med.Ed.)

Master of Philosophy (M.Phil.)

Master of Public Administration (M.P.A.)

Master of Public Health (M.P.H.)

Master of Science (M.Sc.)

Master of Science and Social (M.Sc.Soc.)

Master of Science Engineering (M.S.E.)

Baca Juga : Rekomendasi Mesin Giling Mie Terbaik 2022

Kesimpulan

Sekian penjelasan mengenai penulisan gelar yang benar 2016 yang bisa kami sampaikan di dalam artikel penjelasan kali ini.

Semoga anda bisa mendapatkan informasi berguna dan bermanfaat dari penjelasan penulisan gelar yang benar 2016 di website kami.

Terima kasih atas kunjungannya dan sampai jumpa lagi di pembahasan artikel bermanfaat selanjutnya.

Tinggalkan komentar